Memang tak mudah untuk memahami bahasa si batita (bawah tiga tahun), tetapi bukan berarti kita tak dapat belajar mengenal maknanya. Sejak awal usia batita, anak mulai mampu mengucapkan sebuah kata yang mempunyai arti.
Persoalannya, anak belum bisa mengucapkan kata tersebut dengan pengucapan yang baik seperti orang dewasa. Maka, tak heran jika pengucapannya sering sepotong-sepotong, misalnya “minum” jadi “num” atau “pergi” jadi “gi”, dan lainnya.
Kemampuan berbahasa ini dipengaruhi oleh KEMATANGAN OTAK (khususnya otak bahasa) dan PEMBENTUKAN LINGKUNGAN terutama yang paling menentukan adalah orangtua. Semakin banyak orangtua memberikan stimulus kepada anak, maka anak akan semakin banyak kosakata.
Jadi, semakin sering orangtua menanggapi ajakan anak berkomunikasi dan mengenalkan banyak arti kata-kata, otomatis perkembangan bahasanya akan semakin maju.
Yang penting disadari, dalam rentang perkembangan seorang anak terdapat masa peka, termasuk masa peka perkembangan bahasa. Masa peka adalah masa dimana suatu perkembangan tampak paling menonjol. Hanya di masa peka inilah, apa yang kita ajarkan langsung berhasil hanya dengan sekali sentuhan saja.
Sebaliknya, jika masa peka perkembangan bahasa ini terlewatkan begitu saja, maka orangtua akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan anak dengan kemampuan berbahasa yang prima.
Lantas, bagaimana CARA MENGETAHUI MASA PEKA tersebut? Jawabannya, hanya orangtua yang selalu berinteraksi dan memiliki kedekatan dengan anak yang mengetahuinya.
TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA
* Usia 1 tahun:
Anak berada pada tahap mengoceh yang sangat sederhana dan satu kata bisa mewakili banyak pemikiran lengkap. Anak sudah bisa mengucapkan satu atau dua kata, tetapi cuma sepotong, dan sepotong kata itu bisa punya arti panjang. Contoh, saat anak bilang “bun” dengan maksud Bunda, artinya mungkin saja, “Aku ingin digendong,” atau “Aku ingin ikut jalan-jalan bersama bunda.”
* Usia 2 tahun:
Sekalipun masih mirip dengan kemampuan di usia satu tahun, tetapi di usia ini anak sudah mampu menggabungkan dua kata atau lebih menjadi satu kalimat yang berarti. Contohnya, “Minum susu,” atau “Pergi sana,” hingga “Tidak susu. Putih saja.”
* Usia 3 tahun:
Anak sering melakukan hal yang sangat MENARIK PERHATIAN karena ia sedang memasuki tahap membangkang, yaitu melakukan yang dilarang dan tidak melakukan yang diizinkan.
Tak heran jika dalam perkembangan bahasanya, anak senang mengatakan sesuatu yang membuat orangtua cemas dan malu, seperti “bego”, “mampus”, dan kata-kata kasar lainnya.
Apalagi jika orangtua sering melarang anak mengucapkan kata-kata tersebut TANPA PENJELASAN YANG JELAS. Selain itu, kosakata yang diperolehnya di usia ini semakin banyak dan tidak hanya dari orangtua.
Selain itu, mulai usia ini juga umumnya anak mengeluarkan kalimat yang kadang terdengar janggal karena susunan kata-katanya tidak tepat atau terbalik-balik, sehingga apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan maksud si anak. Walaupun begitu, orangtua tak perlu cemas. Hal ini wajar terjadi pada batita, karena:
* Anak baru pertama kali bisa BICARA dan menyambungkan lebih dari satu hingga dua kata membentuk sebuah kalimat yang berarti.
* Anak baru pertama kali bisa BERKOMUNIKASI dengan orang lain melalui bahasa yang mempunyai arti dan bisa dipahami.
* Anak banyak MEMPUNYAI KOSAKATA untuk dijadikan sebuah kalimat yang digunakannya saat berkomunikasi
* Anak mulai memeroleh BANYAK INFORMASI kata dan kalimat baru yang menarik.
* Kemampuan mengolah kata dalam bentuk kalimat hingga menjadi sebuah bahasa di otaknya masih sangat terbatas.
* Pengalaman berbahasanya masih sangat minim.
CARA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA
Jika cara-cara di bawah ini dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, maka anak akan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya berbahasa dan berkomunikasi dengan baik. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat berkomunikasi dengan batita:
1. Gunakan kalimat dan kata yang TIDAK BERMAKNA GANDA.
Contoh, “Jangan ke sana, bahaya!” Ingat, ke sana itu bisa berarti ke luar rumah, ke tempat cucian, ke dapur, dan ke banyak tempat lainnya. Lebih baik, katakan, “Jangan ke dekat kompor menyala, bahaya!”
2. Gunakan selalu kalimat pendek.
3. HINDARI KATA-KATA KOTOR dan KASAR jika tak ingin anak menirunya.
4. Karena anak masih belajar, orangtua sebaiknya melantunkan bahasa dengan jelas, tidak cepat-cepat dan dengan gerak mulut (bibir dan lidah) yang tegas sehingga mudah dikenali dan diikuti anak.
5. Jika menemukan kesalahan pada kata/kalimat dalam bahasa anak, segera BETULKAN dengan cara mengulang ucapannya secara benar.
Dengan latihan,bimbingan, dan belajar bahasa terus menerus dan disiplin, anak akan lebih cepat memahami bahasa dan memperbanyak kosakata.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com ( by admin )
Senin, 24 Mei 2010
ara Menyampaikan Pendidikan Seks Pada Anak Anda
Semua anak akan belajar seks, tetapi apa yang mereka pelajari, bagaimana dan kapan mereka mempelajarinya, pasti berbeda antara satu anak dengan yang lain.
Itulah mengapa bicara tentang seksualitas manusia dengan anak-anak begitu penting sebelum mereka mendapatkan informasi dari tempat lain yang keliru dipersepsi oleh anak.
Kapan waktu yang tepat bicara mengenai seks dengan anak-anak ?
Biasanya dapat dimulai ketika anak-anak mulai melontarkan pertanyaan sederhana mengenai seks, berarti anak-anak berhak mendapatkan jawaban-jawaban yang terusterang namun mudah dimengerti oleh anak. misalnya anak bertanya “darimana datangnya adik bayi ma..?”
Jika anak tidak menanyakan atau tampak tidak tertarik membicarakan seks dan reproduksi, mungkin anak mendapat kesan bahwa seks adalah persoalan yang terlarang dan tabu untuk dibicarakan. Maka orangtua dapat mengemukakan persoalan tersebut pada saat-saat momen pengajaran seperti
ketika anak-anak belajar, atau menonton tv. Pada momen ini, biasanya anak-anak sangat terbuka terhadap informasi dan bimbingan mengenai sesuatu, termasuk seks.
Selama momen-momen pengajaran, tunjukkan pada anak-anak bahwa oragtua tidak takut atau malu untuk membicarakan seks sehingga mereka juga terbuka dengan keingintahuannya mengenai seks
Bagaimana harusnya membicarakan seks dengan anak-anak..?
Aspek yang penting dari pendidikan seks adalah menyampaikan nilai-nilai, standar, dan sikap keluarga. Merasa risih membicarakan hal ini pada anak wajar saja asal tidak membuat orangtua tidak bertindak sama sekali.
Ada beberapa cara sederhana yang mungkin dapat anda gunakan untuk membicarakan seks dengan anak tanpa terganggu perasaan risih :
1. Mulailah sejak dini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti
2. Jujurlah mengenai perasaan anda, jangan malu mengakui bahwa anda merasa risih membicarakan seks.
Anak-anak pasti menghargai perasaan anda. Misalnya anda bisa mengatakan “sebenarnya tidak mudah bagi ibu untuk membicarakan ini. Ketika ibu seumur kamu, hal-hal ini tidak dibicarakan dirumah, tapi ibu percaya bahwa ini adalah hal penting dan ibu ingin membicarakannya denganmu”.
3. Jawablah pertanyaan yang ditanyakan.
Yang banyak terjadi adalah memberitahu terlalu banyak dalam waktu yang cepat atau tidak memberikan informasi samasekali. Cobalah untuk menghindari hal ini. Dengarkan dengan seksama apa yang ditanyakan anak dan jawab langsung pada persoalannya.
4. Bila kurang jelas mintalah anak mengulang pertanyaan dan tanyakan maksud pertanyaannya.
5. Gunakan istilah yang tepat. Sama halnya saat mengajari anak nama-nama bagian tubuh seperti ari, jempol, siku dan lainlain,
6. Ajari juga mereka nama-nama dari anatomi reproduksi.
Misalnya, istilah “burung” terkesan lucu bila anak masih kecil tetapi sulit diterapkan dalam perbincangan serius begitu anak menanjak remaja.
7. Jangan tertawa.
Anak-anak perlu merasa bahwa gagasan dan perhatiannya terhadap seks dan perkembangan seksual mereka penting untuk didengarkan, jadi bukan sesuatu yang lucu. Namun adakalanya tertawa sukar ditahan pada saat kesadaran tentang seks pada anak mulai tumbuh.
Barangkali kita kurang PeDe (percaya diri) saat harus menyampaikan hal ini karena kita menyadari pengetahuan kita tentang hal ini tidak begitu baik.
Namun kita dapat mencari informasi dari buku atau dari orang yang lebih menguasai tentang hal ini (paramedis, guru biologi) sebelum menyampaikan informasi mengenai seks kepada anak-anak kita.
Bagaimanapun juga KELUARGA ADALAH AWAL ANAK-ANAK BELAJAR TENTANG SEGALA HAL.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com ( by admin )
Itulah mengapa bicara tentang seksualitas manusia dengan anak-anak begitu penting sebelum mereka mendapatkan informasi dari tempat lain yang keliru dipersepsi oleh anak.
Kapan waktu yang tepat bicara mengenai seks dengan anak-anak ?
Biasanya dapat dimulai ketika anak-anak mulai melontarkan pertanyaan sederhana mengenai seks, berarti anak-anak berhak mendapatkan jawaban-jawaban yang terusterang namun mudah dimengerti oleh anak. misalnya anak bertanya “darimana datangnya adik bayi ma..?”
Jika anak tidak menanyakan atau tampak tidak tertarik membicarakan seks dan reproduksi, mungkin anak mendapat kesan bahwa seks adalah persoalan yang terlarang dan tabu untuk dibicarakan. Maka orangtua dapat mengemukakan persoalan tersebut pada saat-saat momen pengajaran seperti
ketika anak-anak belajar, atau menonton tv. Pada momen ini, biasanya anak-anak sangat terbuka terhadap informasi dan bimbingan mengenai sesuatu, termasuk seks.
Selama momen-momen pengajaran, tunjukkan pada anak-anak bahwa oragtua tidak takut atau malu untuk membicarakan seks sehingga mereka juga terbuka dengan keingintahuannya mengenai seks
Bagaimana harusnya membicarakan seks dengan anak-anak..?
Aspek yang penting dari pendidikan seks adalah menyampaikan nilai-nilai, standar, dan sikap keluarga. Merasa risih membicarakan hal ini pada anak wajar saja asal tidak membuat orangtua tidak bertindak sama sekali.
Ada beberapa cara sederhana yang mungkin dapat anda gunakan untuk membicarakan seks dengan anak tanpa terganggu perasaan risih :
1. Mulailah sejak dini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti
2. Jujurlah mengenai perasaan anda, jangan malu mengakui bahwa anda merasa risih membicarakan seks.
Anak-anak pasti menghargai perasaan anda. Misalnya anda bisa mengatakan “sebenarnya tidak mudah bagi ibu untuk membicarakan ini. Ketika ibu seumur kamu, hal-hal ini tidak dibicarakan dirumah, tapi ibu percaya bahwa ini adalah hal penting dan ibu ingin membicarakannya denganmu”.
3. Jawablah pertanyaan yang ditanyakan.
Yang banyak terjadi adalah memberitahu terlalu banyak dalam waktu yang cepat atau tidak memberikan informasi samasekali. Cobalah untuk menghindari hal ini. Dengarkan dengan seksama apa yang ditanyakan anak dan jawab langsung pada persoalannya.
4. Bila kurang jelas mintalah anak mengulang pertanyaan dan tanyakan maksud pertanyaannya.
5. Gunakan istilah yang tepat. Sama halnya saat mengajari anak nama-nama bagian tubuh seperti ari, jempol, siku dan lainlain,
6. Ajari juga mereka nama-nama dari anatomi reproduksi.
Misalnya, istilah “burung” terkesan lucu bila anak masih kecil tetapi sulit diterapkan dalam perbincangan serius begitu anak menanjak remaja.
7. Jangan tertawa.
Anak-anak perlu merasa bahwa gagasan dan perhatiannya terhadap seks dan perkembangan seksual mereka penting untuk didengarkan, jadi bukan sesuatu yang lucu. Namun adakalanya tertawa sukar ditahan pada saat kesadaran tentang seks pada anak mulai tumbuh.
Barangkali kita kurang PeDe (percaya diri) saat harus menyampaikan hal ini karena kita menyadari pengetahuan kita tentang hal ini tidak begitu baik.
Namun kita dapat mencari informasi dari buku atau dari orang yang lebih menguasai tentang hal ini (paramedis, guru biologi) sebelum menyampaikan informasi mengenai seks kepada anak-anak kita.
Bagaimanapun juga KELUARGA ADALAH AWAL ANAK-ANAK BELAJAR TENTANG SEGALA HAL.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com ( by admin )
Sekilas tentang Terapi untuk Anak Penderita Autis
Sebagaimana dibahas pada artikel sebelumya tentang Autisme, penyebab autisme masih menjadi perdebatan.
Tetapi beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab autis adalah multifaktor yakni faktor genetik (kelainan kromosom) dan faktor lingkungan (pengaruh keracunan logam berat pada saluran cerna).
Oleh sebab itu terapi untuk anak autis bermacam-macam, tetapi tidak ada 1 terapi pun yang cocok untuk semua penyandang autis. Sifatnya individual, tiap anak butuh jenis terapi tersendiri. Setiap jenis terapi memerlukan waktu lama dan harus dilakukan secara terpadu.
Berikut ini beberapa terapi yang paling umum digunakan :
1. Metode Lovaas
Terapi ini paling banyak dipakai di Indonesia saat ini. Anak diberi pelatihan khusus dengan metode reward and punisment. Terapis meminta anak melakukan sesuatu tindakan yang spesifik dan konkret, jika anak menurut akan diberi hadiah yang berarti untuknya. Jika tidak menurut, tidak diberi apa-apa. Permintaan terapis ini diulangi sampai berhasil
2. Terapi Okupasi
Tujuannya untuk melatih motorik halus, pada umumnya perkembangan motorik halus anak autis terlambat, gerakaknnya kaku. Mereka sulit memegang pensil atau sendok. Terapi ini akan melatih otot-otot motorik halus agar anak autis bisa menjadi mandiri
3. Terapi Fisik
Selain motorik halus, anak autis juga terganggu pada motorik kasarnya yakni gerakan-gerakan besar. Hal ini karena perkembangan ototnya tidak normal. Keseimbangan anak autis kurang baik, sehingga mereka kadang berjalan dengan kaku, gerakan patah-patah seperti robot. Biasanya anak akan diajarimembangun koordinasi otot misalnya : duduk, berguling, menendang, menangkap bola dan lain-lain.
4. Terapi Visual
Pada umumnya anak autis lebih mudah belajar secara visual dengan cara melihat. Hal inilah yang dijadikan dasar uji mengembangkan pembelajaran dengan sistem komunikasi bergambar. Misalnya dengan : pengenalan bentuk-bentuk binatang, buah dan gerakan lewat gambar.
5. Terapi Biomedik
Terapi ini dilakukan oleh ahli medis, tujuannya untuk mencari dan mengobati gangguan secraa fisik pada anak autis yang diduga sebagai penyebabnya. Anak autis kadang mengalami gangguan pada fungsi otaknya akibat gangguan metabolisme misalnya keracunan logam berat seperti merkuri dan timbal hitam.
6. Terapi Integrasi Sensasi
Terapi ini dapat merangsang koneksi sinapstik yang lebih kompleks. Terapi ini adalah gabungan terapi okupasi dan fisik. Biasanya anak akan dibantu menerapkan kemampuan sesuai dengan keperluan. Misalnya menatur gerak secara tepat ( kapan saatnya duduk, lari dan melompat)
Lamanya terapi dilakukan tergantung tipe autis-nya, kadang –kadang inilah yang menimbulkan orangtua bosan atau frustasi menjalani terapi apalagi biayanya mahal.
Kemudian mendorong orang tua untuk berpindah terapis, justru inilah yang tidak baik, karena berpindah tempat kadang hanya membuat anak menjadi resisten. Dulunya sudah mulai merespon kearah kemajuan bersama terapis lama tetapi berganti terapis maka kemampuan anak yang hampir diperolehnya menjadi hilang.
Orang tua menjadi frustasi juga bisa karena terapi tak kunjung menunjukkan hasil, kunciny memang harus sabar dan telaten, karena anak autis memang terhambat pada perkembangannya, sehingga butuh perlakuan khusus.
Selain itu terapi juga harus didintegrasikan antara terapi psikis dan fisik. Untuk mengendalikan prilakuanak autis selain terapi tersebut diatas juga perlu bantuan ahli gizi dalam mengatur menu makanan. Hal ini tidak lain karena faktor makanan juga berpengaruh terhadap prilaku anak.
Sebagaimana disebutkan bahwa faktor keracunan logam berat dalam pencernaan anak menjadi salah satu faktor autis. Tetapi tidak perlu berkecil hati, karena bila ada perkembangan ke arah baik maka kebutuhan akan terapi pelan-pelan berkurang .
Sumber : http://www.sahabatwanita.com/ ( by admin )
Tetapi beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab autis adalah multifaktor yakni faktor genetik (kelainan kromosom) dan faktor lingkungan (pengaruh keracunan logam berat pada saluran cerna).
Oleh sebab itu terapi untuk anak autis bermacam-macam, tetapi tidak ada 1 terapi pun yang cocok untuk semua penyandang autis. Sifatnya individual, tiap anak butuh jenis terapi tersendiri. Setiap jenis terapi memerlukan waktu lama dan harus dilakukan secara terpadu.
Berikut ini beberapa terapi yang paling umum digunakan :
1. Metode Lovaas
Terapi ini paling banyak dipakai di Indonesia saat ini. Anak diberi pelatihan khusus dengan metode reward and punisment. Terapis meminta anak melakukan sesuatu tindakan yang spesifik dan konkret, jika anak menurut akan diberi hadiah yang berarti untuknya. Jika tidak menurut, tidak diberi apa-apa. Permintaan terapis ini diulangi sampai berhasil
2. Terapi Okupasi
Tujuannya untuk melatih motorik halus, pada umumnya perkembangan motorik halus anak autis terlambat, gerakaknnya kaku. Mereka sulit memegang pensil atau sendok. Terapi ini akan melatih otot-otot motorik halus agar anak autis bisa menjadi mandiri
3. Terapi Fisik
Selain motorik halus, anak autis juga terganggu pada motorik kasarnya yakni gerakan-gerakan besar. Hal ini karena perkembangan ototnya tidak normal. Keseimbangan anak autis kurang baik, sehingga mereka kadang berjalan dengan kaku, gerakan patah-patah seperti robot. Biasanya anak akan diajarimembangun koordinasi otot misalnya : duduk, berguling, menendang, menangkap bola dan lain-lain.
4. Terapi Visual
Pada umumnya anak autis lebih mudah belajar secara visual dengan cara melihat. Hal inilah yang dijadikan dasar uji mengembangkan pembelajaran dengan sistem komunikasi bergambar. Misalnya dengan : pengenalan bentuk-bentuk binatang, buah dan gerakan lewat gambar.
5. Terapi Biomedik
Terapi ini dilakukan oleh ahli medis, tujuannya untuk mencari dan mengobati gangguan secraa fisik pada anak autis yang diduga sebagai penyebabnya. Anak autis kadang mengalami gangguan pada fungsi otaknya akibat gangguan metabolisme misalnya keracunan logam berat seperti merkuri dan timbal hitam.
6. Terapi Integrasi Sensasi
Terapi ini dapat merangsang koneksi sinapstik yang lebih kompleks. Terapi ini adalah gabungan terapi okupasi dan fisik. Biasanya anak akan dibantu menerapkan kemampuan sesuai dengan keperluan. Misalnya menatur gerak secara tepat ( kapan saatnya duduk, lari dan melompat)
Lamanya terapi dilakukan tergantung tipe autis-nya, kadang –kadang inilah yang menimbulkan orangtua bosan atau frustasi menjalani terapi apalagi biayanya mahal.
Kemudian mendorong orang tua untuk berpindah terapis, justru inilah yang tidak baik, karena berpindah tempat kadang hanya membuat anak menjadi resisten. Dulunya sudah mulai merespon kearah kemajuan bersama terapis lama tetapi berganti terapis maka kemampuan anak yang hampir diperolehnya menjadi hilang.
Orang tua menjadi frustasi juga bisa karena terapi tak kunjung menunjukkan hasil, kunciny memang harus sabar dan telaten, karena anak autis memang terhambat pada perkembangannya, sehingga butuh perlakuan khusus.
Selain itu terapi juga harus didintegrasikan antara terapi psikis dan fisik. Untuk mengendalikan prilakuanak autis selain terapi tersebut diatas juga perlu bantuan ahli gizi dalam mengatur menu makanan. Hal ini tidak lain karena faktor makanan juga berpengaruh terhadap prilaku anak.
Sebagaimana disebutkan bahwa faktor keracunan logam berat dalam pencernaan anak menjadi salah satu faktor autis. Tetapi tidak perlu berkecil hati, karena bila ada perkembangan ke arah baik maka kebutuhan akan terapi pelan-pelan berkurang .
Sumber : http://www.sahabatwanita.com/ ( by admin )
Anak Hiperaktif = ADHD??
Wawan (4thn) tidak pernah bisa duduk diam di rumah. Setiap kali, ia hanya betah duduk selama 5 menit, kemudian beralih ke kegiatan lain, misalnya mencoret-coret dinding dengan krayon.
Sejenak asyik, diapun beralih ke mainannya. Tidak lebih dari 10 menit, ia pasti sudah melakukan aktivitas lain. Setiap ibu menenangkannya deengan memeluk atau memanggilnya, ia selalu berontak.
Cerita diatas adalah salah satu gangguan pemusatan perhatian disertai gejala hiperaktivitas motorik (tubuh) yang dikenal dengan istilah ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) atau ADD (Attention Deficit Disorder). Ternyata gangguan ini menjangkiti 3-5 % anak berusis 4-14 tahun.
Menurut para ahli penyebabnya adalah kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak, sehingga rentang konsentrasi menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. Anak hiperaktif bergerak ke sana kemari tak searah, tak sesuai dengan situasi yang dihadapi. Merekapun kerap gagal menyelesaikan tugas
Apa penyebabnya ya…?
Beberapa faktor diduga penyebab gangguan ini, antara lain temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, ayan (epilepsi), kondisi gangguan kepala seperti geger otak, trauma kepala saat anak dilahirkan atau kepala terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.
Gejalanya gimana sih….
* apapun yang dilakukan, tidak satupun diselesaikan
* sering tidak mendengarkan bila dipanggil, hal ini bisa terjadi karena perkembangan bahasanya terlambat atau daya konsentrasi yang rendah
* Mudah beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya
* Suasana hati labil, beberapa saat terlihat gembira namun beberapa saat kemudian mendadak marah dan ngambek
* Tidak mampu mengontrol diri/gerakan seperti duduk tidak tenang, bergoyang-goyang atau merosot hingga jatuh dari tempat duduk.
* Mulutnya tidak pernah diam, bicara terburu-buru sehingga senang menyerobot pembicaraan.
* Cenderung tidak memeperhatikan mata lawan bicaranya
Jangan buru-buru memvonis !
Sayangnya, orangtua sering salah menduga seperti pada anak umur dua tahun yang memang sedang senang-senangnya bergerak dan sulit duduk diam sehingga memvonis bahwa anaknya hiperkatif.
Padahal ciri-ciri hiperaktif baru terdeteksi setelah anak setidaknya berusia empat tahun atau usia awal sekolah. Kalaupun beberapa ciri tampak pada anak, jangan tergesa-gesa untuk menyatakan anak hiperaktif.
Amati perkembangannya dan bandingkan dengan anak sebayanya, bila sampai 6 tahun ciri-ciri masih terlihat pada anak, baru konsultasikan dengan psikolog. Jangan didiamkan karena bisa berlanjut hingga memperngaruhi kehidupan dewasa.
sumber : http://www.sahabatwanita.com/ ( admin )
Sejenak asyik, diapun beralih ke mainannya. Tidak lebih dari 10 menit, ia pasti sudah melakukan aktivitas lain. Setiap ibu menenangkannya deengan memeluk atau memanggilnya, ia selalu berontak.
Cerita diatas adalah salah satu gangguan pemusatan perhatian disertai gejala hiperaktivitas motorik (tubuh) yang dikenal dengan istilah ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) atau ADD (Attention Deficit Disorder). Ternyata gangguan ini menjangkiti 3-5 % anak berusis 4-14 tahun.
Menurut para ahli penyebabnya adalah kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak, sehingga rentang konsentrasi menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. Anak hiperaktif bergerak ke sana kemari tak searah, tak sesuai dengan situasi yang dihadapi. Merekapun kerap gagal menyelesaikan tugas
Apa penyebabnya ya…?
Beberapa faktor diduga penyebab gangguan ini, antara lain temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, ayan (epilepsi), kondisi gangguan kepala seperti geger otak, trauma kepala saat anak dilahirkan atau kepala terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.
Gejalanya gimana sih….
* apapun yang dilakukan, tidak satupun diselesaikan
* sering tidak mendengarkan bila dipanggil, hal ini bisa terjadi karena perkembangan bahasanya terlambat atau daya konsentrasi yang rendah
* Mudah beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya
* Suasana hati labil, beberapa saat terlihat gembira namun beberapa saat kemudian mendadak marah dan ngambek
* Tidak mampu mengontrol diri/gerakan seperti duduk tidak tenang, bergoyang-goyang atau merosot hingga jatuh dari tempat duduk.
* Mulutnya tidak pernah diam, bicara terburu-buru sehingga senang menyerobot pembicaraan.
* Cenderung tidak memeperhatikan mata lawan bicaranya
Jangan buru-buru memvonis !
Sayangnya, orangtua sering salah menduga seperti pada anak umur dua tahun yang memang sedang senang-senangnya bergerak dan sulit duduk diam sehingga memvonis bahwa anaknya hiperkatif.
Padahal ciri-ciri hiperaktif baru terdeteksi setelah anak setidaknya berusia empat tahun atau usia awal sekolah. Kalaupun beberapa ciri tampak pada anak, jangan tergesa-gesa untuk menyatakan anak hiperaktif.
Amati perkembangannya dan bandingkan dengan anak sebayanya, bila sampai 6 tahun ciri-ciri masih terlihat pada anak, baru konsultasikan dengan psikolog. Jangan didiamkan karena bisa berlanjut hingga memperngaruhi kehidupan dewasa.
sumber : http://www.sahabatwanita.com/ ( admin )
Memahami dan Menangani Anak Luar Biasa
Untuk mencapai sumber daya manusia yang memadai, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok. Pendidikan memadai dan seseuai kondisi anak akan memberikan hasil yang maksimal. Namun…..
dalam kenyataannya, tidak semua anak sehat seutuhnya. Sebagian kecil, sejak lahir maupun dalam masa perkembangannya mengalami gangguan fisik, mental maupun sosial sehingga tergolong anak berkelainan atau penyandang cacat
Seberapa banyak??
Dari data survei yang telah dilakukan di Jakarta pada anak usia SD, ternyata ada 13% menyandang gangguan fungsi baik tunggal maupun majemuk. 5,8% kesulitan belajar (termasuk 3,6% retardasi mental ringan dan 1,2 retardasi mental sedang), 5,3% gangguan bicara, 4,1% ganggguan pendengaran, dan 1,2% gangguan penglihatan
Jadi anak luar biasa adalah?
A nak luar biasa adalah anak dengan kelainan atau gangguan fungsi fisik, mental, emosi, tingkahlaku sosial, atau kondisi khusus sehingga mengalami hambatan dalam menjalankan fungsi sosialnya, baik dirumah, sekolah, maupun dalam lingkungannya. NAH…mereka membutuhkan perhatian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang khusus agar mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Secara umum, pada anak luar biasa dapat ditemukan salah satu dari gangguan/kelainan berupa fisik, ,mental, sosial atau kombinasi dari ganguan-gangguan tersebut
Bagaimana bentuk gangguan yang dialami anakluar biasa?
1. Gangguan fisik, misalnya :
* Cacat akibat kelumpuhan (polio), atau kelainan gerak akibat kerusakan otak
* Cacat indera penglihatan, pendengaran atau gangguan bicara
* Penyakit tuberkulosa tulang belakang, ayan (epilepsi) dan gangguan metabolik
* Retardasi Mental akibat gangguan fisik
2. Gangguan mental, antara lain :
* Sulit menyesuaikan diri dengan tekanan dari luar (stress)
* Kelainan fisik menyebabkan rendah diri
* Krisis lingkungan, misalnya remaja
* Perpindahan dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda
3. Gangguan keadaan lingkungan dan sosio budaya :
* Perceraian orangtua, perpisahan keluarga terdekat
* Cara mendidik anak yang berbeda antara orangtua, nenek, dan pengasuh
* Orangtua yang terlalu membiarkan atau memaksakan prinsip pada anak
* Pengaruh negatif teman selingkungan
* Retardasi mental akibat kurang stimulasi
Biasanya,kelainan diatas dikategorikan sebagai…
1. Anak Tuna Laras, yaitu anak dengan tingkahlaku yang berulang dan menetap sehingga sering terjadi pelanggaran peraturan atau norma sosial penting yang sesuai umurnya.
2. Anak dengan keterbelakangan mental, yaitu anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan mental (fungsi kecerdasan umum dibawah rata-rata) yang mengakibatkan kekurangmampuan anak dalam belajar serta penyesuaian diri sehingga perlu pelayanan pendidikan khusus.
3. Anak dengan cacat fisik/tubuh yang menyangkut sistem otot maupun syaraf
4. Anak dengan cacat penglihatan (Tuna Netra) berupa kebutaan yang tidak dapat ditolong dengan alat bantu sehingga membutuhkan pendidikan khusus
5. Anak dengan cacat pendengaran (Tuna Rungu) yang mengakibatkan anak tidak dapat atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal,
6. Anak berbakat adalah anak yang mempunyai kemampuan unggul dan menunjukkan prestasi yang jauh lebih tinggi dari anak-anak lainnnya yang juga membutuhkan pendidikan khusus.
Apa yang harus dilakukan menghadapi anak luar biasa?
* Orangtua atau keluarga tidak perlu malu bila anak atau salah satu anggota keluarganya termasuk kategori anak luar biasa, karena semua anak adalah anugerah dengan segala kelebihan dan kekurangnnya
* Memberikan perhatian dan kasih sayang yang sama pada semua anak dan tidak membeda-bedakan dengan yang lain sehingga anak luar biasa juga percaya bahwa mereka memiliki kelebihan dan memupuk rasa percaya dirinya
* Lebih sabar dalam menanngani kelainan atau gangguan yang terdapat pada anak luar biasa
* Konsultasikan ke dokter mengenai gangguan anak sehingga dapat ditangani secara maksimal
* Berikan pendidikan sesuai dengan keterbatasan yang mereka miliki di sekolah luar biasa
* Mengajarkan kemandirian sehingga anak tidak menjadi tergantung karena kelainan/gangguan yang mereka miliki
Setiap anak adalah istimewa, begitu juga anak luar biasa dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang mereka miliki. Cinta dan kasih sayang kita adalah kekuatan.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com ( by admin )
dalam kenyataannya, tidak semua anak sehat seutuhnya. Sebagian kecil, sejak lahir maupun dalam masa perkembangannya mengalami gangguan fisik, mental maupun sosial sehingga tergolong anak berkelainan atau penyandang cacat
Seberapa banyak??
Dari data survei yang telah dilakukan di Jakarta pada anak usia SD, ternyata ada 13% menyandang gangguan fungsi baik tunggal maupun majemuk. 5,8% kesulitan belajar (termasuk 3,6% retardasi mental ringan dan 1,2 retardasi mental sedang), 5,3% gangguan bicara, 4,1% ganggguan pendengaran, dan 1,2% gangguan penglihatan
Jadi anak luar biasa adalah?
A nak luar biasa adalah anak dengan kelainan atau gangguan fungsi fisik, mental, emosi, tingkahlaku sosial, atau kondisi khusus sehingga mengalami hambatan dalam menjalankan fungsi sosialnya, baik dirumah, sekolah, maupun dalam lingkungannya. NAH…mereka membutuhkan perhatian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang khusus agar mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Secara umum, pada anak luar biasa dapat ditemukan salah satu dari gangguan/kelainan berupa fisik, ,mental, sosial atau kombinasi dari ganguan-gangguan tersebut
Bagaimana bentuk gangguan yang dialami anakluar biasa?
1. Gangguan fisik, misalnya :
* Cacat akibat kelumpuhan (polio), atau kelainan gerak akibat kerusakan otak
* Cacat indera penglihatan, pendengaran atau gangguan bicara
* Penyakit tuberkulosa tulang belakang, ayan (epilepsi) dan gangguan metabolik
* Retardasi Mental akibat gangguan fisik
2. Gangguan mental, antara lain :
* Sulit menyesuaikan diri dengan tekanan dari luar (stress)
* Kelainan fisik menyebabkan rendah diri
* Krisis lingkungan, misalnya remaja
* Perpindahan dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda
3. Gangguan keadaan lingkungan dan sosio budaya :
* Perceraian orangtua, perpisahan keluarga terdekat
* Cara mendidik anak yang berbeda antara orangtua, nenek, dan pengasuh
* Orangtua yang terlalu membiarkan atau memaksakan prinsip pada anak
* Pengaruh negatif teman selingkungan
* Retardasi mental akibat kurang stimulasi
Biasanya,kelainan diatas dikategorikan sebagai…
1. Anak Tuna Laras, yaitu anak dengan tingkahlaku yang berulang dan menetap sehingga sering terjadi pelanggaran peraturan atau norma sosial penting yang sesuai umurnya.
2. Anak dengan keterbelakangan mental, yaitu anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan mental (fungsi kecerdasan umum dibawah rata-rata) yang mengakibatkan kekurangmampuan anak dalam belajar serta penyesuaian diri sehingga perlu pelayanan pendidikan khusus.
3. Anak dengan cacat fisik/tubuh yang menyangkut sistem otot maupun syaraf
4. Anak dengan cacat penglihatan (Tuna Netra) berupa kebutaan yang tidak dapat ditolong dengan alat bantu sehingga membutuhkan pendidikan khusus
5. Anak dengan cacat pendengaran (Tuna Rungu) yang mengakibatkan anak tidak dapat atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal,
6. Anak berbakat adalah anak yang mempunyai kemampuan unggul dan menunjukkan prestasi yang jauh lebih tinggi dari anak-anak lainnnya yang juga membutuhkan pendidikan khusus.
Apa yang harus dilakukan menghadapi anak luar biasa?
* Orangtua atau keluarga tidak perlu malu bila anak atau salah satu anggota keluarganya termasuk kategori anak luar biasa, karena semua anak adalah anugerah dengan segala kelebihan dan kekurangnnya
* Memberikan perhatian dan kasih sayang yang sama pada semua anak dan tidak membeda-bedakan dengan yang lain sehingga anak luar biasa juga percaya bahwa mereka memiliki kelebihan dan memupuk rasa percaya dirinya
* Lebih sabar dalam menanngani kelainan atau gangguan yang terdapat pada anak luar biasa
* Konsultasikan ke dokter mengenai gangguan anak sehingga dapat ditangani secara maksimal
* Berikan pendidikan sesuai dengan keterbatasan yang mereka miliki di sekolah luar biasa
* Mengajarkan kemandirian sehingga anak tidak menjadi tergantung karena kelainan/gangguan yang mereka miliki
Setiap anak adalah istimewa, begitu juga anak luar biasa dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang mereka miliki. Cinta dan kasih sayang kita adalah kekuatan.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com ( by admin )
Manfaat Mengkonsumsi Buah Strawberry
Berita gembira bagi anda yang senang mengkonsumsi buah strawberry. Berikut macam-macam manfaatnya:
1. Memutihkan Gigi
Strawberi juga memiliki kekuatan tersendiri untuk memutihkan gigi Anda. Hancurkan buah stroberi, kemudian dengan menggunakan jari, tempelkan pada gigi kemudian biarkan selama satu atau dua menit. Setelah itu gosok dengan sikat gigi secara menyeluruh. Untuk menghindari munculnya warna kuning pada gigi, sebaiknya gunakanlah sedotan kala minum teh, kopi, atau coca-cola. Dijamin minuman tak akan menyentuh gigi Anda.
2. Anti Kanker
Vitamin A yang terdapat di dalam buah ini, dapat membantu mencegah pembentukan radikal bebas, vitamin C menjaga reaksi bahaya di dalam sel, vitamin E can asam ellagic akan bertugas melindungi Binding sel Bari kerusakan karena radikal bebas. Asam ellagic akan membantu melumpuhkan kerja aktif sel kanker.
3. Anti Aging
Buah lambang cinta ini ternyata juga memiliki konsentrasi tujuh zat anti oksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga stroberi merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh karena radikal bebas. Karena kandungan vitamin BI, B2, C dan Provitamin A pada stroberi dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit lebih cerah, bersih serta dapat mencegah teriadinya pengeriputan pada kulit.
4. Mengencangkan Kulit
Strawberi yang dimakan teratur dapat mengencangkan, menghaluskan, serta membuat warna kulit lebih cerah dan bersih. Selain dengan mengonsumsinya secara teratur tidak ada salahnya Anda mencoba resep ‘homemade’ lulur stroberi ini agar kulit Anda lebih ‘kinclong’. Siapkan 3 buah stroberi segar, 3 sendok makan madu, 3 sendok makan baking soda, 3 sendok makan gula pasir,
I beri sedikit air. Kemudian blenderlah semua bahan tadi hingga lembut. Stroberi akan membuat kulit Anda halus dan wangi, madu dipercaya mengandung banyak vitamin E, baking soda akan membantu membersihkan kulit, seclangkan gula yang berbentuk butiran akan bekerja seperti scrub yang akan membantu mengangkattumpukan Bel-Bel kulit math pada kulit Anda.
5. Mengatasi Panas Dalam
Ternyata dengan menikmati jus stroberi dapat melenyapkan panas dalam. Nah, berikut resep jus Strawberry yang dapat Anda cobs di rumah. Untuk bahannya Anda perlu menyiapkan 5 buah stroberi segar, cuci bersih kemudian potong-potong, 100 cc susu kacang kedelai, gula pasir secukupnya, 8 potong es batu. Kemudian campur seluruh bahan, lalu blender halus, hidangkan langsung dalam keadaan dingin. Ehm, yammie bukan? Tahukah Anda, selain rasanya yang enak dan dapat mengatasi panas dalam, bila Anda rutin mengonsumsi jus stroberi ini ternyata resep ini memiliki khasiat lain seperti dapat menyegarkan tubuh Anda, meningkatan kreativitas, memenuhi kebutuhan Vit.0 dalam tubuh.
6. Mencegah Leukimia
Buah strawberry juga memiliki efek terapi yang sangat baik untuk mencegah penyakit leukimia, anemia (kurang darah) dan penyakit darah. Dua macam zat yang terkandung di dalamnya, “stroberi amine” clan “asam tanae,, memiliki efek mengekang pertumbuhan dan terjadinya tumor ganas.
Sumber : http://www.klipingku.com
1. Memutihkan Gigi
Strawberi juga memiliki kekuatan tersendiri untuk memutihkan gigi Anda. Hancurkan buah stroberi, kemudian dengan menggunakan jari, tempelkan pada gigi kemudian biarkan selama satu atau dua menit. Setelah itu gosok dengan sikat gigi secara menyeluruh. Untuk menghindari munculnya warna kuning pada gigi, sebaiknya gunakanlah sedotan kala minum teh, kopi, atau coca-cola. Dijamin minuman tak akan menyentuh gigi Anda.
2. Anti Kanker
Vitamin A yang terdapat di dalam buah ini, dapat membantu mencegah pembentukan radikal bebas, vitamin C menjaga reaksi bahaya di dalam sel, vitamin E can asam ellagic akan bertugas melindungi Binding sel Bari kerusakan karena radikal bebas. Asam ellagic akan membantu melumpuhkan kerja aktif sel kanker.
3. Anti Aging
Buah lambang cinta ini ternyata juga memiliki konsentrasi tujuh zat anti oksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga stroberi merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh karena radikal bebas. Karena kandungan vitamin BI, B2, C dan Provitamin A pada stroberi dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit lebih cerah, bersih serta dapat mencegah teriadinya pengeriputan pada kulit.
4. Mengencangkan Kulit
Strawberi yang dimakan teratur dapat mengencangkan, menghaluskan, serta membuat warna kulit lebih cerah dan bersih. Selain dengan mengonsumsinya secara teratur tidak ada salahnya Anda mencoba resep ‘homemade’ lulur stroberi ini agar kulit Anda lebih ‘kinclong’. Siapkan 3 buah stroberi segar, 3 sendok makan madu, 3 sendok makan baking soda, 3 sendok makan gula pasir,
I beri sedikit air. Kemudian blenderlah semua bahan tadi hingga lembut. Stroberi akan membuat kulit Anda halus dan wangi, madu dipercaya mengandung banyak vitamin E, baking soda akan membantu membersihkan kulit, seclangkan gula yang berbentuk butiran akan bekerja seperti scrub yang akan membantu mengangkattumpukan Bel-Bel kulit math pada kulit Anda.
5. Mengatasi Panas Dalam
Ternyata dengan menikmati jus stroberi dapat melenyapkan panas dalam. Nah, berikut resep jus Strawberry yang dapat Anda cobs di rumah. Untuk bahannya Anda perlu menyiapkan 5 buah stroberi segar, cuci bersih kemudian potong-potong, 100 cc susu kacang kedelai, gula pasir secukupnya, 8 potong es batu. Kemudian campur seluruh bahan, lalu blender halus, hidangkan langsung dalam keadaan dingin. Ehm, yammie bukan? Tahukah Anda, selain rasanya yang enak dan dapat mengatasi panas dalam, bila Anda rutin mengonsumsi jus stroberi ini ternyata resep ini memiliki khasiat lain seperti dapat menyegarkan tubuh Anda, meningkatan kreativitas, memenuhi kebutuhan Vit.0 dalam tubuh.
6. Mencegah Leukimia
Buah strawberry juga memiliki efek terapi yang sangat baik untuk mencegah penyakit leukimia, anemia (kurang darah) dan penyakit darah. Dua macam zat yang terkandung di dalamnya, “stroberi amine” clan “asam tanae,, memiliki efek mengekang pertumbuhan dan terjadinya tumor ganas.
Sumber : http://www.klipingku.com
Bahaya Penyalahgunaan Narkoba pada Anak Remaja
NAPZA kerap disebut dengan istilah NARKOBA yang merupakan kependekan Narkotika, Psikotropika, dan Bahan berbahaya lain.
NARKOBA Berasal dari bahasa inggris yaitu narcotics, yang berarti obat bius. Dalam bahasa yunani disebut Narkose yang artinya menidurkan atau membius.
Definisi Narkotika adalah zat atau obat,baik yang berasal dari tanaman, sintesis, maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan
PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Penyebab narkoba disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal.
1. Faktor Internal : Adalah faktor yang berasal dari diri seseorang.
* Keluarga : Jika hubungan dengan keluarga kurang harmonis (Broken Home) maka seseorang akan mudam merasa putus asa dan Frustasi. Akibat lebih jauh, orang akhirnya mencari kompensasi diluar rumah dengan menjadi konsumen narkoba.
* Ekonomi : Kesulitan mencari pekerjaan menimbulkan keinginan untuk bekerja menjadi pengedar narkoba. Seseorang yang ekonomi cukup mampu, tetapi kurang perhatian yang cukup dari keluarga atau masuk dalam lingkungan yang salah lebih mudah terjerumus jadi pengguna narkoba.
* Kepribadian :Apabila kepribadian seseorang labil, kurang baik, dan mudah dipengaruhi orang lain maka lebih mudah terjerumus kejurang narkoba.
2. Faktor Eksternal : Berasal dari luar seseorang. Faktor yang cukup kuat mempengaruhi seseorang.
* Pergaulan : Teman sebaya mempunyai pengaruh cukup kuat bagi terjerumusnya seseorang kelembah narkoba, biasanya berawal dari ikut-ikutan teman. Terlebih bagi seseorang yang memiliki mental dan keperibadian cukup lemah, akan mudah terjerumus.
* Sosial /Masyarakat : Lingkungan masyarakat yang baik terkontrol dan memiliki organisasi yang baik akan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.
GEJALA DAN AKIBAT PENGGUNAAN NARKOBA
Faktor yang mempengaruhi gejala dan akibat narkoba antara lain:
* Konsentrasi obat, yaitu kadar obat yang dikonsumsi. Semakin tinggi kadar obat maka akan merasakan gejala yang lebih kuat pula. Sebelum dikonsumsi, narkoba dilarutkan dalam pelarut tertentu,dapat air atau minuman beralkohol.
* Jenis pelarut mempengaruhi efektivitas kerja zat aktif yang terkandung dalam narkoba.
* Lamanya mengkonsumsi obat karena sakit, akan terpengaruh oleh dosis dalam obat. Pengaruhnya juga akan bertahan lama.Apabila sebelumnya pengguna telah merasa sakit dan selamaitu mengkonsumsi maka pengaruh yang dirasakan akan besar.
Gejala Umum Penanda bagi Pemakai Narkoba
Pada awalnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mual, muntah, pusing, pandangan kabur (Kesadaran kurang),dan rasa gelisah. Bila menggunakan obat bersifat analgetik (Jenis narkotika) menimbulkan rasa senang berlebihan dan perasaan menlayang (Fly).
Jika konsumsi jenis Psikotropika gejala awal khayalan yang indah-indah, rasa tenang, dan percaya diri. Untuk zat adiktif dan bahan berbahaya lain, mengenakkan dan menyenangkan menimbulkan rasa aman seolah dunia indah & nikmat
Perubahan Psikis atau Kejiwaan karena Pengaruh Narkoba
Perubahan tingkah laku antara lain :
* Menjadi Introvert (Tertutup)
* Menjadi tidak dapat mengontrol emosi
* Suka mencuri
* Berbohong
* Kasar dan tidak sopan
* Acuh dan jorok
* Pola makan dan tidur berubah
* Bicara tidak jelas serta jalanya sempoyongan
* Perubahan fisik misalnya kurus dan berwajah kuyu.
Perubahan fisik antaralain:
* Muka pucat dan pandangan kosong
* Tubuh kurus karena hilangnya nafsu makan
* Daya tahan tubuh turun, sering batuk, pilek, kedinginan
* Mata terus menerus berair, serta hidung dan mulut kering
* Tidak suka mandi dan berpakaian tidak rapi
* Sering menggunakan baju panjang (karena banyak bekas tanda goresan dilengannya)
Efek Narkoba / Napza pada Tubuh
* Pada otak, narkoba dapat mengakibatkan perdarahan pada pembuluh darah otak (stroke)
* Pada paru, mengakibatkan asma, bronkhitis dan kegagalan pernafasan
* Pada jantung, mengakibatkan gagal jantung dan infark miocard (MCI)
* Pada lever, mengakibatkan hepatits dan kenker hati
* Pada alat reproduksi megakibatkan impotensi, keguguran, mandul,sipilis, dan GO (Gonorhea)
* Pada sistem pertahanan tubuh dapat memicu penyakit HIV/AIDS
* Dll pada ginjal, lambung, darah dan sistem hormonal
Mengingat bahaya yang sangat merusak pada penyalahgunaan Narkoba, sebagai remaja yang masih sangat panjang masa depanmu : say NO DRUGS sekarang juga.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com/ ( by admin )
NARKOBA Berasal dari bahasa inggris yaitu narcotics, yang berarti obat bius. Dalam bahasa yunani disebut Narkose yang artinya menidurkan atau membius.
Definisi Narkotika adalah zat atau obat,baik yang berasal dari tanaman, sintesis, maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan
PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Penyebab narkoba disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal.
1. Faktor Internal : Adalah faktor yang berasal dari diri seseorang.
* Keluarga : Jika hubungan dengan keluarga kurang harmonis (Broken Home) maka seseorang akan mudam merasa putus asa dan Frustasi. Akibat lebih jauh, orang akhirnya mencari kompensasi diluar rumah dengan menjadi konsumen narkoba.
* Ekonomi : Kesulitan mencari pekerjaan menimbulkan keinginan untuk bekerja menjadi pengedar narkoba. Seseorang yang ekonomi cukup mampu, tetapi kurang perhatian yang cukup dari keluarga atau masuk dalam lingkungan yang salah lebih mudah terjerumus jadi pengguna narkoba.
* Kepribadian :Apabila kepribadian seseorang labil, kurang baik, dan mudah dipengaruhi orang lain maka lebih mudah terjerumus kejurang narkoba.
2. Faktor Eksternal : Berasal dari luar seseorang. Faktor yang cukup kuat mempengaruhi seseorang.
* Pergaulan : Teman sebaya mempunyai pengaruh cukup kuat bagi terjerumusnya seseorang kelembah narkoba, biasanya berawal dari ikut-ikutan teman. Terlebih bagi seseorang yang memiliki mental dan keperibadian cukup lemah, akan mudah terjerumus.
* Sosial /Masyarakat : Lingkungan masyarakat yang baik terkontrol dan memiliki organisasi yang baik akan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.
GEJALA DAN AKIBAT PENGGUNAAN NARKOBA
Faktor yang mempengaruhi gejala dan akibat narkoba antara lain:
* Konsentrasi obat, yaitu kadar obat yang dikonsumsi. Semakin tinggi kadar obat maka akan merasakan gejala yang lebih kuat pula. Sebelum dikonsumsi, narkoba dilarutkan dalam pelarut tertentu,dapat air atau minuman beralkohol.
* Jenis pelarut mempengaruhi efektivitas kerja zat aktif yang terkandung dalam narkoba.
* Lamanya mengkonsumsi obat karena sakit, akan terpengaruh oleh dosis dalam obat. Pengaruhnya juga akan bertahan lama.Apabila sebelumnya pengguna telah merasa sakit dan selamaitu mengkonsumsi maka pengaruh yang dirasakan akan besar.
Gejala Umum Penanda bagi Pemakai Narkoba
Pada awalnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mual, muntah, pusing, pandangan kabur (Kesadaran kurang),dan rasa gelisah. Bila menggunakan obat bersifat analgetik (Jenis narkotika) menimbulkan rasa senang berlebihan dan perasaan menlayang (Fly).
Jika konsumsi jenis Psikotropika gejala awal khayalan yang indah-indah, rasa tenang, dan percaya diri. Untuk zat adiktif dan bahan berbahaya lain, mengenakkan dan menyenangkan menimbulkan rasa aman seolah dunia indah & nikmat
Perubahan Psikis atau Kejiwaan karena Pengaruh Narkoba
Perubahan tingkah laku antara lain :
* Menjadi Introvert (Tertutup)
* Menjadi tidak dapat mengontrol emosi
* Suka mencuri
* Berbohong
* Kasar dan tidak sopan
* Acuh dan jorok
* Pola makan dan tidur berubah
* Bicara tidak jelas serta jalanya sempoyongan
* Perubahan fisik misalnya kurus dan berwajah kuyu.
Perubahan fisik antaralain:
* Muka pucat dan pandangan kosong
* Tubuh kurus karena hilangnya nafsu makan
* Daya tahan tubuh turun, sering batuk, pilek, kedinginan
* Mata terus menerus berair, serta hidung dan mulut kering
* Tidak suka mandi dan berpakaian tidak rapi
* Sering menggunakan baju panjang (karena banyak bekas tanda goresan dilengannya)
Efek Narkoba / Napza pada Tubuh
* Pada otak, narkoba dapat mengakibatkan perdarahan pada pembuluh darah otak (stroke)
* Pada paru, mengakibatkan asma, bronkhitis dan kegagalan pernafasan
* Pada jantung, mengakibatkan gagal jantung dan infark miocard (MCI)
* Pada lever, mengakibatkan hepatits dan kenker hati
* Pada alat reproduksi megakibatkan impotensi, keguguran, mandul,sipilis, dan GO (Gonorhea)
* Pada sistem pertahanan tubuh dapat memicu penyakit HIV/AIDS
* Dll pada ginjal, lambung, darah dan sistem hormonal
Mengingat bahaya yang sangat merusak pada penyalahgunaan Narkoba, sebagai remaja yang masih sangat panjang masa depanmu : say NO DRUGS sekarang juga.
Sumber : http://www.sahabatwanita.com/ ( by admin )
Langganan:
Postingan (Atom)